Sejarah dan Konsep Ilmu Menurut Pemikir Abad Modern

filsafat-sejarah_depanPEMBAHASAN
A. Zaman Renaissance
. Zaman Renaissance ditandai sebagai era kebangkitan kembali pemikiran yang bebas dari dogma-dogma agama. Renaissance adalah zaman peralihan ketika kebudayaan Abad pe rtengahan mulai berubah menjadi suatu kebudayaan modern. Renaissance dianggap sebaga i peralihan dari abad pertengahan ke zaman modern. Pada zaman ini berbagai gerakan bersatu untuk menantang pola pemikiran abad pertengahan yang dogmatis, sehingga melahirkan suatu perubahan revolusioner dalam pemikiran manusia dan membentuk suatu pola pemikiran baru dalam filsafat. Adapun Renaissance merupakan suatu zaman yang sangat menaruh perhatian dalam bidang seni lukis, patung, arsitektur, music, sastra, filsafat, ilmu pengetahuan dan teknologi.
Zaman renaissance (14-16M) terkenal dengan era kelahiran kembali kebebasan manusia atau gerakan yang di dukung oleh cita-cita lahirnya kembali manusia yang bebas dalam berpikir dan ingin mencapai kemajuan atas hasil usaha sendiri, tidak di dasarkan atas campur tangan ilahi. yang di maksud dengan manusia bebas adalah manusia bebas seperti yang ada dalam zaman yunani kuno. zaman renaissance ini manusia barat mulai berfikir secara baru, dan secara berangsur-angsur melepaskan diri dari otoritas kekuasaan Gereja yang selama ini telah “mengungkung” kebebasan dalam mengemukakan kebenaran dan ilmu pengetahuan.
Pemikir dan tokoh-tokoh Renaissance yang dapat dikemukakan sebagai berikut:
• Nicolaus Copernicus (1561-1626) dan Francis Bacon (1561-1626) Copernicus adalah seorang tokoh gerejani yang ortodoks, ia menemukan bahwa matahari berada di pusat jagad raya, dan bumi memiliki dua macam gerak, yaitu: perputaran sehari-hari pada porosnya dan gerak tahunan mengelilingi matahari. Teorinya ini disebut “heliosentrisme” dimana matahari adalah pusat jaga raya, bukan bumi sebagaimana yang dikemukakan oleh Ptolomeus yang diperkuat oleh Gereja. Teori Ptolomeus ini disebut “geosentrisme”, bumi adalah adalah pusat jagad raya. Teori Copernicus ini melahirkan revolusi pemikiran tentang alam semesta, terutama astronomi. Bacon adalah pemikir yang seolah-olah meloncat keluar dari jamannya dengan menjadi perintis filsafat ilmu pengetahuan. Ungkapan bacon yang terkenal adalah knowledge is power “pengetahuan adalah kekuasaan”. contonya yaitu : (1) mesiu menghasilkan kemenangan dan perang modern (2) kompas memungkinkan manusia mengarungi lautan (3) percetakan yang mempercepat penyebaran ilmu pengetahuan.
• Johannes Keppler, menemukan 3 buah hukum yang melengkapi penyelidikan Brahe sebelumnya yaitu : (1) gerak benda angkasa itu ternyata bukan bergerak mengikuti lintasan circle, namun gerak itu mengikuti elips (2) dalam waktu yang sama,garis penghubung antara planet dan matahari selalu melintasi bidang yang luasnya sama (3) dalam perhitungan matematika terbukti bahwa bila jarak rata-rata dan planet A dan B dengan matahari adalah X dan Y sedangkan waktu untuk melintasi orbit masing-masing dalah P dan Q, maka P2:Q2=X3:Y3.
• Roger Bacon, berpendapat bahwa pengalaman (empiris) menjadi landasan utama bagi semua ilmu pengetahuan. matematika merupakan syarat mutlak untuk mengolah semua pengetahuan.
• Galileo Galilei (1564-1642), membuat sebuah teropong bintang yang terbesar pada masa itu dan mengamati beberapa peristiwa angkasa secara langsung. ia menemukan beberapa peristiwa penting dalam bidang astronomi. ia melihat bahwa planet Venus dan Mercurius menujukkan perubahan-perubahan seperti halnya bulan,sehingga ia menyimpulkan bahwa planet-planet tidaklah memancarkan cahaya sendiri, melainkan hanya memantulkan cahaya dari matahri. (Rizal mustansyir,1996)
Renaissance dianggap sebagai masa peralihan abad pertengahan ke zaman modern dan dengan demikian ia memiliki unsure-unsur dari kebudayaan kuno maupun kebudayaan baru, yaitu unsure-unsur abad pertengahan dan modern, unsure-unsur keagamaan dan profan, otoriter dan individualistis. Renaissance umumnya dianggap sebagai suatu titik peralihan didalam sejarah kebudayaan barat. Lambat laun nilai-nilai Kristiani Abad Pertengahan mulai kehilangan arti.Ide-ide tradisional abad pertengahan tak lagi memberi kepuasan. kepercayaan kepada tuhan tak lagi memberi arah kepada pandangan hidup manusia. Ciri utama Renaissance ialah
• Humanisme adalah pandangan yang menekankan martabat manusia dan kemampuannya.
• Individualisme
• lepas dari agama (tidak mau diatur oleh agama)
B. REVORMASI
Reformasi adalah peralihan dari rumah tangga alam (natuurhuishouding) ke kapitalisme dagang, dan karena penemuan-penemuan besar yang mengakibatkan meluasnya perdagangan dan pelajaran.perbankan, perserikatan-perserikatan dgang, dan bursa-bursa pasaran mulai muncul.perdangan dan industry memperluas organisasinya pedagang, pengusaha, dan pekerja-pekerja kerajinan tangan bekerja sama untuk memproduksi dan menjual barang-barang. dan muncullah rumah-rumah dagang yang kaya; pembanyaran secara modern, lalu lintas dengan perhitungan keuangan yang umum mulai lahir. pusat dagangan berpindah dari Genua dan Venesia ke Cadiz dan Lisboa, kemudian ke Antwerpen dan Eropa barat umumnya. sebagian disebabkan oleh keadaan ekonomis dan munculnya nasionalisme dan sebagian lain oleh kemunduran Gereja Romawi menjelang akhir Abad pertengahan, maka protestansisme Luther, Calvinjn, dan Zwingli dapat berkumandang di Barat.Kehidupan Gereja makin lama semakin bersifat keduniawian, biara-biara mulai memperkaya diri, adat kesusilaan para rohaniwan menjadi sangat merosot,berbagai paus hidup dengan cara tak pantas. itu semua adalah tanda-tanda kemerosotan gereja. imoralitas yang sedemikian jauh, kemunafikan para rohaniwan, kemewahan kehidupan di istina paus, menyebabkan orang-orang menjauhkan diri dari gereja, menggabungkan diri di pihak reformasi.
Konsep reformasi
Gerakan reformasi protestan yang di pelopori oleh Martin Luther,Johanes Calvin,Zwingli,John Knox dan lain-lain berdampak luas terhadap pemikiran sosial, keagamaan dan politik eropa. pada mula nya gerakan ini berupa protes-protes yang dilakukan para kaum bangsawan dan penguasa jerman terhadap kekuasaan imperium Katholik Roma. Reformasi ini melahirkan paradigm baru dalam melihat ritus-ritus keagamaan dan melihat etos kapitalisme barat. Gerakan ini meletakan dasar filosopis keagamaan perkembangan kapitalisme dan negara bangsa di barat. maka tidak berlebihan jika ada yang menyebut sebagai fase modern keagamaan barat. Menurut McGrath, istilah “Reformasi” dipergunakan dalam banyak arti.
Unsur-unsur yang terdapat dalam definisi tentang Reformasi yaitu :
• Reformasi Lutheranisme,yang berkaitan dengan wilayah-wilayah jerman yang dibawah pengaruh pribadi yang berkharisma Martin Luther yang khusus memperhatikan masalah doktrin pembenaran,yang merupakan pokok utama dari pemikiran keagamaannya.
• Gereja Reformed (Calvinisme),berkembang mulai dari negara konfederasi Swiss yang berakar pada serangkaian usaha membarui moral dan peribadahan gereja (tanpa mementingkan ajarannya). istilah reformed merujuk pada gereja-gereja (terutama di Swiss,Dataran Rendah dan Jerman) dan pemikir-pemikir keagamaan seperti Theodore Beza,William Perkins atau John owen.
• Reformasi Radikal (Anabaptisme),mempunyai asal-usul pasa Zwingli yang muncul pertama kali di sekitar Zurich,setelah Reformasi Zwingli awal tahun 1520-an.gerakan berpusat pada individu seperti Conrad Grebel yang menuduh Zwingli tidak setia pada prinsip-prinsip reformasinya.
• Reformasi Katholik, dipakai untuk merujuk revitalisasi dari katolikisme Roma dalam periode setelah pembukaan Konsili Trente (1545).Gerakan ini sering di gambarkan sebagai “konta-Reformasi”.Gerakan ini bertujuan untuk memerangi Reformasi Protestan dengan maksud membatasi pengaruh Protestanisme.
Protestanisme mula-mula tak mengkehendaki pembaharuan Gereja, melainkan ingin kembali seperti pembaharuan Kristen Purba pada masa permulaan, yaitu pada kemurnian Gereja primitive. Protestanisme merupakan revolusi menentang kekuasaan gereja,menentang kepausan dan herarki Geraja. Orang menolak perantaraan para imam dan ingin langsung berhubungan dengan Tuhan.Orang harus mencari kata-kata tuhan di dalam Injil,yang tertulis dalam bahasa daerah. selanjutnya Reformasi di inggris terutama berakar pada kepentingan politik dan ekonomi yang memainkan peranan terpenting.Ajaran dan upacara pada mulanya sama dengan Gereja Katholik.
C. RASIONALISME
Usaha manusia untuk member kepada akal suatu kedudukan yang berdiri sendiri, sebagaimana telah dirintis oleh para pemikir”renaissans” berlanjut terus sampai abad ke-17 adalah abad yang dimulainya pemiliran-pemikiran kefilsafatan dalam artian sebenarnaya. Aliran filsafat rasionalisme ini berpendapat bahwa sumber pengetahuan yang memadai dan dapat dipercaya adalah akal(rasio). hanya pengetahuan yang diperoleh melalui akallah yang memenuhi syarat dituntut oleh sifat umum dan sifat mutlak yaitu syarat yang dituntut oleh semua pengetahuan ilmiah. Sedangkan pengalaman hanya dapat dipakai untuk mengukuhkan kebenaran pengetahuan yang telah diperoleh melalui akal.Menurut aliran ini akal tidak memerlukan pengalaman dalam memperoleh pengetahuan yang benar, karen a akal dapat menurunkan kebenaran itu dari dirinya sendiri. Metode yang diterapkan oleh para filsuf adalah metode deduktif. Secara ringks terdapat dua hal pokok yang merupakan cirri-ciri bentuk :
a. Adanyapendirian bahwa kebenaran-kebenaran yang hakiki itu secara langsung dapat diperoleh dengan menggunakan akal sebagai sarannya.
b. Adanya suatu penjabaran secara logic atau deduksi yng dimaksudkan untuk memberikan pembuktian seketat mungkin mengenai lain-lain segi dari seluruh bidang ilmu pengetahuanberdasarkan atas apa yang dianggap sebagai kebenaran-kebenaran hakiki tersebut.
Tokoh aliran filsafat rasionalisme Rene Descartes(1598-1650) yang juga pendiri filsafat modern. Sistem filsafat yang dikembangkan Descartes tak dapat dipisahkan dari sikap kritik yang berkembang dalam pergolakan renaissans, kebangkitan budaya yang sekaligus membawa suatu skeptisisme terhadap dogma-dogma dan praktek politik yang sampai saat itu menjamin ketahanan status gereja dan negara. skeptitisme ini menjiwai Descartes dengan konsekuen meragukan pengetahuan kita yng diperoleh secara inderawi. Tetapi kemudian metode keraguan ini akhirnya dapat menumbangkan skeptisisme yang berkelanjutan(ekstrim), karena menemukan suatu landasan kbenaran baru.

D. EMPIRISME
Para penganut aliran empirisme dalam bertolak belakang dengan para penganut aliran rasionalisme. Mereka menentang pendapat para penganut rasinalisme yang berdasarkan atas kepastian sifat a priori . Menurut penganut empirisme metode ilmu pengetahuan bukanlah bersifat a priori, tetapi a posteriori. yang dimaksud dengan metode a posteriori adalah metode yang berdasarkan atas hal-hal yang datang atau terjadinya adanya kemudian.
Aliran empirisme pertama kali berkembang diinggris pada abad ke-15 dengan Francis Bacon sebagai pelopornya, Menurut Bacon jiwa manusia yang berakaal mempunyai suatu kemampuan yaitu ingatan (memoria), daya khayal (imagination), dan akal (ratio). Ingatan menyangkut apa yang menyangkut sudah diperiksa dan diselidiki (historia menurut arti asli kata Yunani itu), daya khayal menyangkut keindahan- yang dimaksudnya khusus dalam sastra(poesis) dan akal menyangkut filsafat(philosophia) sebagai hasil kerja akal. Sedang filsafat sendiri meliputi tiga bidang yaitu:
a. De Numine adalah filsafat pengetahuan. Bacon menerima adanya pengetahuan teologis berdasarkan wahyu, tetapi pengetahuan itu sendiri terletak diluar bidang filsafat. Hal ini diterangkan konsep Radio refracto artinyaterang mengenai pokok tersebut kita terima lewat pemiasaan.
b. De natura , tentang dunia tempat tinggal manusia. Hal ini direrangkan konsep radio directo artinya terang pokok tersebut kita secara langsung.
c. De homine, tentan manusia sendiri. Hal ini diterangkan dengan konsep Ratio reflex, artinya terang mengenai pokok bersangkutan kita terima lewat pemantulan.
Menurut Bacon, manusia melalui pengalaman dapat mengetahui benda-benda dan hokum-hukum relasi antara benda-benda. Ia juga memberikan sejumlah petunjuk agar seorang ilmuan behati-hati terhadap idola-idola yaitu:
a) Idola Tribus, yaitu menarik kesimpulan tanpa sadar secukupnya, berhenti pada sebab-sebab yang diperiksa secara dangkal, jasmani dan inderawi saja.
b) Idola Specus, yaitu prasangka dan selera khas pada setiap orang.
c) Idola Fori, yaitu menarik kesimpulan berdasarkan orang banyak.
d) Idola Theatri, yait menarik kesimpulan berdasar pendapat ilmuan sebelumnya.
Paham mpirisme ini kemudian dikembangkan oleh david Hume(1611-1776), ia menegaskan bahwa sumber satu-satunya untuk memperoleh pengetahuan adalah pengalaman, dan ia sangat menentang kaum rasionalisme yang berlandasakan pada prinsip a priori, yang bertitik tolakdari ide-ide bawaan. Secara ringkas dapat dikatakan pengetahuan bersifat a roposisi analitik, yakni proposisi yang predikatnya sudah tercakup dalam subyek. Sebagai contoh, semua angsa putih, es itu dingin, lingkaran itu bulat. pendapat ini merupakan cirri khas pemikiran yang bercorak rasionalistik. Sedangkan cirri dari empiristik adalah a posteriori, dan proposisinya adalah sintetik, yakni yang tak dapat diuji kebenarannya dengan cara menganalisis pernyataan, tetapiharus diuji kebenarannya secara empiris. Misal: Rumah mahal, motor baru, dan lain-lain).

E. KRITISME
Seorag filsuf besar jerman Immanuel Kant (1721-1804) telah melakukan usaha untuk menjembatani pandangan-pandangan yang saling bertentangan yaitu antara rasionalisme dan empirisme. Fisafat Immanuel Kant yang disebut dengan aliran filsafat kitisme adalah sebuah teori pengetahuan yang berusaha untuk mempersatukan kedua macam unsur dalam filsafat rasionalis medan empirisme dalam suatu hubungan yang seimbang, yang satu tidak terpisahkan dari yang lain.
Menurut Kant pengetahuan merupakan hasil terakhir yang diperoleh dengan adanya kerjasama diantara dua komponen yaitu di satu pihak berupa bahan-bahan yang bersifat pengalaman inderawi, dan dilain pihak cara mengolah kesan-kesan yang bersangkutan sedemikian rupa sehingga terdapat suatu hubungan antara sebab dan akibatnya. Kant mencoba mempersatukan rasionalisme dan empirisme, mengatakan bahwa dengan hanya mementingkan salah satu dari kedua aspek sumber pengetahuan rasio/rasional(analitis a priori) adalahpengetahuan yang bersifat universal, tapi tidak memberikan informasi baru. Sebaliknya pengetahuan Empiris(sintesis a posteriori) dapat memberikan informasi baru, tetapi kebenarannya tidak universal. Dengan filsfat kritisnya Immanuel Kant telah menunjukan jasanya yang besra, karena berdasarkan atas penglihatannya yang begitu jelas mengenai keadaan yang saling mempengaruhi diantara subyek pengetahuan dan obyek pengetahuan. Ia teah memberikan pembetualan terhadap sikap bert setelah yang dikemukakan oleh penganut rasionalis medan empirisme. Sehingga ia telah membuka jalan bagi perkembangan filsafat dikemudian hari.
F.POSITIVISME
Aliran selanjutnya akan dibahas adalah positivism, yang berasal dari kata”positif” yang diartikan sebagai”faktual”. Maksud dari positivism ini memiliki sangkut paut dengan apa yang dicita-citakan oleh empirisme. positivism juga mengutamakan pengalaman. Akan tetapi harus ditambah bahwa positivism membatasi diri pada pengalaman objektif saja, sedangkan empirisme memerima juga pengalaman batiniah atau subjektif sebagai ilmu pengetahuan.

Pendiri dan sekaligus tokoh terpenting dari aliran filsafat positivisme adalah Auguste Comte(1798-1857). Filsafat Comte anti-metfiis, ia hanya menerima fakta-fakta yang ditemukan secara positif ilmiah, dan menjauhkan diri dari semua pertanyaan yang mengatasi bidang ilmu-ilmu positif. Semboyan Comte yang terkenal adalah savoir pour prevoir(mengetahui supaya siap bertindak), artinya manusia harus menyelidiki gejala-gejala dan hubungan-hubungan antara gejala-gejala ini supaya ia dapat meramalkan apa yang akan terjadi.
Ajaran Comte yang utama adalah tentang perkembangan pemikiran manusia. Menurut dia, perkembangan pemikiran manusia berangsung dalam tiga tahap atau zaman yaitu sebagai berikut:
1. Zaman teologis. Pada zaman ini manusia percaya bahwa dibalik gejala alam terdapat kuasa-kuasa adikodrati, kuasa-kuasa ini dianggap sebagai makhluk yang mmiliki rasio dan kehendak seperti manusia, tetapi orang percaya bahwa mereka berada pada tingkatan lebih tinggi dari pada makhluk-makhluk insani yang biasa. Zaman ini terbagi menjadi dua periode yaitu:
a. Periode Pertama adalah taraf paling primitive, yang menganggap bahwabenda-benda memiliki jiwa animism.
b. Periode Kedua adalah taraf dimana manusia percaya pada dewa-dewa, seperti dewa laut, gunung, halilintar,dan lain-lain. Sementara periode kedua itu ada taraf yang lebih tinggi, dimana manusia memandang Allah sebagai pnguasa segala sesuatu.
2. Zaman Metafisis, yakni sebuah periode dimana kuasa-kuasa adikodrati diganti konsep-konsep dan prinsip-prinsip yang abstrak, misalnya “kodrat” dan “penyebab”

3. Zaman Positif, zaman yang atas dasar observasi dan dengan menggunakan rasionya, manusia berusaha menrtapkan relasi-relasi persamaan atau urutan yang terdapat antara fakta-fakta. Baru dalam zaman erakhir ini dihasilkan ilmu dala arti yang sebenarnya

Iklan

Tentang mulyana2123

Fakultas Dakwah dan Komunikasi Uin walisongo Semarang
Pos ini dipublikasikan di Filsafat. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s